Sifat-Sifat Kematian

Dalam menjalani kehidupan ini manusia selalu berfikir apa yang akan dilakukan hari esok, entah bekerja, berbelanja, bermain, berekreasi, dan lain-lain, tetapi pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa besok kita akan mati?

Dalam menjalani kehidupan ini manusia selalu berfikir apa yang akan dilakukan hari esok, entah bekerja, berbelanja, bermain, berekreasi, dan lain-lain, tetapi pernahkah terbesit dalam pikiran kita bahwa besok kita akan mati?

Kematian adalah suatu hal yang pasti akan terjadi tetapi sering kita lupakan. Kematian menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Tetapi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita senantiasa mengingat kematian. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

?????????? ?????? ??????? ??????????? ??????? ?????????

 Artinya: “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yaitu: KEMATIAN’ (Hadits Shahih riwayat At-Tirmidzi dan yang lainnya).

Dengan banyak mengingat kamatian manusia bisa lebih bersemangat dalam beribadah, dan melaksanakan amal-amal shalih. Dengan demikian agar lebih waspada menghadapi kematian mari kita bahas tentang  sifat-sifat kematian.

Pasti

Kematian adalah akhir dari kehidupan dunia seorang makhluk hidup. Dan setiap yang bernyawa maka akan merasakan mati. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 35

????? ?????? ????????? ?????????

 Artinya, “ Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS. Al-Anbiya: 35)

 

Tiba-tiba

Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan dan dimana dia akan mati. Kematian datang secara tiba-tiba dan tidak ada yang dapat menduganya. Kematian itu pasti tetapi tidak banyak diantara kita yang benar-benar siap dalam meghadapinya.

Memaksa

Kematian itu bersifat memaksa sehingga apabila telah datang kepada seseorang maka tidak akan ada yang mampu menolaknya. Dalam Al-Qur’an disebutkan

???? ???? ???????? ??? ??????????? ???????? ????????? ?????? ?????????? ????????? ????? ????????????? ?????????????? ??????? ??? ??? ??????????? ????????????? ??? ??? ??????????? ????????? ??????? ??????? ??????????

Artinya, “Katakanlah, sekiranya kalian dalam rumah kalian, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada pada hati kalian dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hati kalian. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS. Ali Imran:154)

 

Mengejar

Kematian akan mengejar siapapun meskipun berlindung di balik benteng yang kokoh atau teknologi kedokteran yang canggih. Allah Ta’ala berfirman,

???? ????? ????????? ??????? ?????????? ?????? ????????? ???????????? ????? ?????????? ????? ??????? ????????? ?????????????? ?????????????? ????? ??????? ???????????

Artinya: “Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian kan kembali kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. Al-Jumu’ah: 8)

 

Ghaib

Kematian adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Waktu terjadinya adalah perkara yang ghaib, namun kejadiaannya adalah kenyataan yang bisa dilihat. Allah ta’ala berfirman,

????? ??????? ???????? ?????? ?????????? ???????? ????????? ?????????? ??? ??? ?????????? ????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????? ????? ??????? ?????? ??????? ?????? ??????? ????? ??????? ??????? ???????

Artinya, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui secara pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)

 

Tidak Dapat Ditunda atau Dipercepat

Kematian telah ditentukan waktunya. Ia tidak dapat ditunda atau dipercepat. Allah Ta’ala berfirman

????? ????????? ????? ??????? ????? ????? ????????? ??????? ??????? ????? ???????????

Artinya, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. (QS. Al-Munafiqun:11)

Dalam ayat yang lain,

????????? ??????? ?????? ??????? ???? ?????????? ??? ??????????????? ??????? ????? ???????????????

Artinya, “Apabila sampai ajal maut mereka itu, mereka tidak dapat menunda atau mempercepat(nya) walau sesaat pun.” (QS. Al-A’raf: 34)

 

Kematian  Bukanlah Kebinasaan

Jasad manusia bisa saja hancur setelah nyawa dicabut darinya. Tetapi jiwa dan ruh akan tetap ada dan kembali kepada pencipta-Nya. Kematian sama saja dengan kembali kepada Allah. Ia bukanlah kebinasaan , melainkan hanya perpindahan dari satu fase kehidupan di dunia ke fase kehidupan sesudah mati.

 

Pelajaran Penting!

Datangnya kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Tidak perlu ditakutkan, karena pasti akan datang. Hal yang penting bagi manusia adalah menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang sesudah mati. Mari kita bersegera beramal shalih saat kesempatan masih terbuka lebar. Kita perbanyak bekal untuk kehidupan yang kekal.

“Ya Allah, Ya Muqollibal qulub, tsabbit quluubana ‘ala diinika”

(Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam agama-Mu)

Sekian , walhamdulillahi Robbil’alamiin.

 

****

Sumber : Membaca Tanda-tanda Kematian, karya Abu Khalid Abdurrahman  

 

Penulis: Romadhoni Umi Utami

Murojaah: Ustadz Sa’id abu Ukasyah

 

Artikel Muslimah.Or.Id

Bagaimana Cara Mengulas Produk Agar Menarik?

Bagaimana Cara Mengulas Produk Agar Orang Tertarik? Pernahkah Anda membeli sesuatu dan Anda sangat puas dengan produk tersebut. Kemudian Anda ingin mengulasnya dan merekomendasi agar orang lain bisa mengetahui produk tersebut. Nah, orang yang berkecimpung dalam dunia online lebih familiar dengan proses penulisan produk. Apakah dia menulis produk afiliasi atau mereview produk yang dia suka. […]

Bagaimana Cara Mengulas Produk Agar Orang Tertarik?

Pernahkah Anda membeli sesuatu dan Anda sangat puas dengan produk tersebut. Kemudian Anda ingin mengulasnya dan merekomendasi agar orang lain bisa mengetahui produk tersebut.

Nah, orang yang berkecimpung dalam dunia online lebih familiar dengan proses penulisan produk. Apakah dia menulis produk afiliasi atau mereview produk yang dia suka. Mengulas produk (kalau dalam istilah kerennya “review”) mempunyai potensi yang lebih besar menghasilkan penjualan. Semakin baik ulasan semakin tinggi tingkat kepercayaan konsumen. Dan barang tentu, berpotensi adanya penjualan dalam jangka waktu yang lama.

Baik, berikut ini dasar-dasar mengulas produk

  1. Menentukan gambar dan video produk

Gambar atau video menjadi hal yang wajib ketika mengulas produk. Anda dapat menggunakan gambar/video dari website perusahaan. Atau Anda bisa mengambil gambar sendiri ketika sudah mempunyai produknya.

Tergantung produknya apa, dalam hal ini Anda bisa mengambil gambar dari sisi kemasannya atau ketika Anda sedang menggunakan produk tersebut. Misalnya Anda sedang mengulas gamis yang baru dibeli buat si kecil, Anda bisa mengambil gambar ketika gamis itu dipakai oleh putri Anda, dst.

  1. Menulis deskripsi produk

Jelaskan produk secara detail meliputi ukuran, fitur, proses pemesanan, packing, detail pengiriman, manfaat dan info tambahan dari Anda. Konsumen butuh keyakinan untuk membeli produk  tersebut. Dan mereka mengharapkan informasi sedetail mungkin terhadap produk yang diinginkan, dimana internet saat ini sangat rentan terhadap penipuan. Ulasan pribadi Anda bisa jadi cara untuk meyakinkan calon konsumen pada produk tersebut

  1. Deskripsi pembeli atau konsumen yang menggunakan produk

Tidak semua produk cocok untuk segala lapisan. Ada beberapa produk yang menyasar pada kalangan tertentu. Baik jenis kelamin, usia dan status. Anda harus mengulas siapa pembeli ideal dari produk ini, sehingga pembaca bisa memutuskan apakah produk ini cocok untuk mereka atau tidak. Misalkan mengulas produk herbal habbatussauda’, kesalahan sebagian pelaku herbal memberi keterangan bahwa herbal ini bisa digunakan semua kalangan dan penyakit. Padahal untuk mengkonsumsinya harus menggunakan dosis dan melihat riwayat pengakit lainnya.

  1. Bukti

Bukti merupakan bentuk testimoni pengalaman menggunakan produk ini. Mengulasnya, apakah dia terbukti seperti keterangan produknya atau tidak. Perlu Anda tahu, banyak orang sangsi dengan sebuah produk tetapi lebih mempercayai produk yang ada testimoninya. Apalagi jika dalam ulasan menyebutkan fitur tambahan atau bonus yang tidak disebutkan dalam iklan. Sebagai contoh Anda bisa melihat hasil review handphone di youtube, disana akan dijelaskan segala kelebihan dan kekurangannya.

  1. Kekurangan produk

Tidak mengapa Anda menulis kekurangan produk ini, karena review yang baik harus bersifat objektif. Jika kekurangan tidak disebutkan maka dikhawatirkan calon konsumen akan sangsi dengan produk tersebut. Jangan khawatir menyebutkan kekurangannya, mereka sudah berpikir tentang itu, tidak ada produk yang sempurna 100 %, menyebutkan kekurangan  akan membantu mereka membuat keputusan yang terpat terhadap produk tersebut.

  1. Call to action

Lebih enaknya kita sebut CTA, bagian ini sangat penting dilakukan. Setelah Anda menjelaskan secara rinci sebuah produk, lalu Anda mengundang pembaca untuk melakukan yang kita inginkan. Misalnya nih:

  • “Subscribe Newsletter” agar pembaca berlangganan pada wesbite kita
  • “Klik Disini, Dapatkan Potongan 30 %”
  • Dan banyak lagi…

Apalagi jika Anda mengasih tulisan berformat gambar menarik, tentu pembaca lebih tergelitik untuk meng-kliknya. Contohnya seperti dibawah ini:

CTA

  1. Keyword phrase

Karena hubungan ini dengan internet, idealnya Anda harus memilih “keyword phrase”. Ohya apasih keyword phrase, apakah sama dengan keyword?

Karena ini menyangkut SEO, tentu bahasannya agak panjang, tapi secara ringkas keyword dan keyword phrase secara kata hampir sama. Cuma secara definisi Keyword phrase  menggambarkan kata kunci yang terdiri dari lebih dari satu kata. Misalnya: Toko Buku Islam Online Terpercaya

Pengguna mesin pencari menemukan apa yang mereka cari dengan mencari kata kunci tertentu atau Keyword phrase dan memilih hasil yang paling relevan.  Dengan kata lain, Anda harus mencoba untuk menggunakan setiap Keyword phrase yang Anda pikir seseorang mungkin mencarinya di mesin pencari.
[Joe/PM]

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Perang Tabuk – Bagian ke-3 – Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Download Ceramah Agama Islam: Faedah-faedah Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Download ceramah agama Islam yang menjelaskan tentang kisah “Perang Tabuk (Bagian ke-3)”, disampaikan oleh Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. pada Jumat, 15 Rajab 1437 / 22 April 2016.

Tulisan Perang Tabuk – Bagian ke-3 – Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Ceramah Agama Islam: Faedah-faedah Sirah Nabawiyah - Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Ceramah agama sirah nabawiyah dan faidah-faidahnya oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Berikut adalah ceramah agama Islam yang disampaikan pada Jumat pagi, 15 Rajab 1437 / 22 April 2016, pukul 08:00-09:10 WIB di Radio Rodja dan Rodja TV dalam program Faidah-Faidah Sirah Nabawiyah.

Ceramah agama yang mengangkat tentang Sirah Nabawiyah beserta apa saja faidah-faidah yang bisa dipetik darinya ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Ali Musri, M.A.. Pada ceramah kali ini, beliau membahas mengenai “Perang Tabuk (Bagian ke-3)“.

(Download juga kajian sebelumnya: Perang Tabuk (Bagian ke-2) – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)


Program Faedah-faedah Sirah Nabawiyah – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini hanya di Radio Rodja setiap:

Jumat pagi, 08:00-09:00 WIB

Status program Faedah-faedah Sirah Nabawiyah: AKTIF

Download Ceramah Faedah Sirah Nabawiyah: Perang Tabuk (Bagian ke-3)

Silakan share ceramah agama Islam sejarah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini ke Facebook, Twitter, dan Google+.

Tulisan Perang Tabuk – Bagian ke-3 – Faidah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Surga Dan Neraka Itu Nyata

Pembaca yang dirahmati Allah Ta’ala. Perkara yang harus diimani seorang muslim di antaranya adalah tentang surga dan neraka.

Pembaca yang dirahmati Allah Ta’ala. Perkara yang harus diimani seorang muslim di antaranya adalah tentang surga dan neraka.

Transaksi Kredit dengan Menjaminkan Barang yang Dibeli

Kredit dengan Jaminan Barang yang Dibeli? Bolehkah menjadikan barang yang dijual sebagai barang gadai? Misalkan begini tadz, saya beli rumah dg kredit ke developer, dan sertifikat rumah dipegang developer sebagai jaminan.. bolehkah seperti itu? Sukron Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa […]

Kredit dengan Jaminan Barang yang Dibeli?

Bolehkah menjadikan barang yang dijual sebagai barang gadai? Misalkan begini tadz, saya beli rumah dg kredit ke developer, dan sertifikat rumah dipegang developer sebagai jaminan.. bolehkah seperti itu? Sukron

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ????????? ??????? ?????? ??? ??????? ??????? ?????? ???????

Siapa yang mengajukan syarat, yang bertentangan dengan kitabullah maka statusnya batil. (HR. Bukhari 2155 & Muslim 3852)

Melihat dari sababul wurud hadis ini, salah satu diantara bentuk syarat yang bertentangan syariat adalah syarat yang tidak sejalan dengan konsekuensi akad.

Keberadaan gadai dalam akad jual beli, statusnya adalah bagian dari syarat dalam jual beli. Mengenai hukum menjaminkan barang yang dibeli secara kredit, di sana ada 2 pendapat ulama. perbedaan ini didasari pada perbedaan mereka dalam memahami keberadaan syarat ini, apakah bertentangan dengan konsekuensi akad ataukah tidak. Bagi yang menganggap ini bertentangan dengan konsekuensi akad menilai bahwa syarat penjaminan semacam ini tidak berlaku. Meskipun tidak mempengaruhi keabsahan jual beli.

Kita simak pendapat mereka masing-masing,

Pertama, syarat ini hukumnya terlarang objek transaksi sebagai barang gadai, bertentangan dengan konsekuensi akad. Karena tidak terjadi pemindahan kepemilikan dengan sempurna. Penjual masih menahan barang itu sebagai barang gadai.

Ini merupakan pendapat al-Ghazali, salah satu pendapat Imam Syafii, dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Ibnu Hajar al-Haitami – ulama Syafiiyah w. 974 H –dalam fatwanya menyatakan,

?? ??? ????? ???? ??? ?????? ???? ???? ?? ????? ???? ??? ???? ?? ????

“Tidak boleh jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli. Baik dia mensyaratkan agar digadaikan kepada penjual setelah diterima atau sebelum diterima.” (al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra, 2/287).

Ibnu Qudamah menyebutkan perbedaan pedapat ini,

??? ?????? ???? ?? ???? ?????? ???? ??? ???? ?? ??? ???? ??? ???? ??? ??? ??????? ??? ?????? ??? ??? ???? ?? ??? ???? ?? ???? ??? ?? ????? ?? ?????? ?? ??? ???? ??? ????

“Jika dua orang melakukan jual beli dengan syarat menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan atas harganya, maka syarat ini tidak sah. Ini pendapat Abu Hamid (al-Ghazali), dan pendapat as-Syafii. Karena ketika  barang yang dibeli dijadikan jaminan, berarti barang itu belum menjadi milik pembeli. Baik dia mempersyaratkan diterima dulu kemudian digadaikan atau mempersyaratkan digadaikan sebelum diterima.” (Al-Mughni, 4/461).

Kedua, dibolehkan menjadikan objek transaksi kredit sebagai barang gadai

Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, Malik, salah satu pendapat as-Syafi’i, dan pendapat yang shahih dari Ahmad. Pendapat ini yang dinilai kuat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyim, dan Ibnu Utsaimin.

Ibnul Qoyim mengatakan,

????? ?? ?????? ????? ??? ??????? ???? ??? ???? ??? ????? ????? ??? ????? ?? ??? ?????? ??? ?????? ??? ?????? ????? ???? ??? ??? ????? ??????? ??? ?????? ??? ?? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ????? ???? ??? ???? ???? ???? ??? ?????? ??? ?????

Demikian pula (dibolehkan)barang yang telah dijual (kredit), penjual mensyaratkan ke pembeli untuk menggadaikan barang tersebut hingga lunas pembayaran barang. Tidak ada larangan sama sekali. Tidak ada alasan kuat untuk menghalangi sahnya syarat dan barang gadai ini. Para ulama sepakat jika disyaratkan yang menjadi barang gadaian atas utang kredit adalah barang lain hukum persyaratannya boleh,  maka begitu juga hukumnya jika disyaratkan sebagai barang gadaian atas utang kredit barang yang dibeli itu.

Ibnul Qoyim juga menegaskan bahwa hukum ini berlaku baik barang telah diterima maupun belum diterima.

?? ??? ??? ?? ????? ?? ?? ????? ??? ??? ???????? ??? ?? ?????? ???? ??? ???? ?????? ??? ?????? ??? ????… ??? ???? ???? ???? ?????? ???? ???? ???????? ???? ????? ?????? ????? ??? ??????” (4/33)

Tidak ada beda, baik barangnya sudah diterima atau belum diterima, menurut pendapat yang kuat. Imam Ahmad menegaskan, bolehnya mempersyaratkan gadai barang yang dijual untuk harga yang belum lunas… ini pendapat Malik, Abu Hanifah, Ahmad, salah satu pendapat Syafiiyah, dan sebagian ulama hambali. Dan ini pendapat yang kuat.  (I’lam al-Muwaqqi’in, 4/33).

Inilah yang mejadi acuan keputusan Majma’ al-Fiqh al-Islami (divisi fikih OKI) dengan keputusan No. 51 (2/6) tahun 1990, menyatakan,

?? ?? ?????? ???????? ?????? ??????? ???? ???? ?????? ?? ????? ??? ??????? ??? ?????? ???? ????? ??? ?? ??????? ??????? ???????

Penjual tidak dibenarkan menahan kepemilikan barang yang dijual. Namun penjual boleh mensyaratkan kepada pembeli agar barang yang dibeli digadaikan sebagai jaminan untuk haknya selama masa pelunasan angsuran.   (Majalah al-Majma’, volume 6, 1/453)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina PengusahaMuslim.com dan Konsultasisyariah.com)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)

Download Fatwa-Fatwa Pilihan Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Download fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengenai “Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan” di dalam rekaman audio berikut ini.

Rekaman fatwa ini diterjemahkan oleh Ustadz Junaedi Abdillah. Semoga bermanfaat.

Tulisan Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Fatwa-Fatwa Pilihan Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Fatwa-Fatwa Pilihan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin
Penerjemah: Ustadz Junaedi ‘Abdillah

Berikut ini fatwa pilihan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah yang diterjemahkan oleh Ustadz Junaedi ‘Abdillah. Dalam fatwa kali ini, beliau akan membahas mengenai penjelasan tentang “Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan“. Semoga bermanfaat.

Lihat kumpulan fatwa lainnya di Arsip Kumpulan Fatwa

Dengarkan dan Download Fatwa Pilihan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin – Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link fatwa pilihan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Tulisan Hukum Menunda Menikah dengan Alasan Ingin Membangun Masa Depan – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Bab Wakaf – Bagian ke-2 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Download Kajian Kitab: Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Simak penjelasan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. seputar hukum “wakaf”, melalui rekaman kajian yang membahas tentang:

“Bab Wakaf (Bagian ke-2)”

Kajian ini diambil dari Kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut dengan Matan Abu Syuja, disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada Kamis, 14 Rajab 1437 / 21 April 2016.

Silakan download kajiannya dan simak pula sesi tanya jawab yang sangat menarik.

Tulisan Bab Wakaf – Bagian ke-2 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Kajian Kitab: Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut Matan Abu Syuja’, kajian ini mengambil pembahasan khusus yaitu yang berkaitan dengan fiqih mu’amalat. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Syafi’i, karya Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada Kamis pagi, 14 Rajab 1437 / 21 April 2016. Pada pertemuan kali ini beliau akan membahas Kitabul Buyu’ yaitu tentang “Bab Wakaf (Bagian ke-2)“.

Download kajian sebelumnya: Bab Wakaf (Bagian ke-1)

(Download juga: kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib – Matan Abu Syuja’ – Format PDF)

Ringkasan Kajian Kitab Matan Abu Syuja’

Kitabul Buyu’ (???? ??????)

Bab Wakaf (Bagian ke-2)

Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah berkata:

????????? ???? ?????? ?????: ?? ???? ??? ?????????? ?? ?? ?????? ????? ??? ???? ??? ??? ????? ?????? ?? ????????? ??? ?? ???? ?? ?????

Wakaf itu diperbolehkan dengan tiga syarat:

1. Barang yang diwakafkan bisa dimanfaatkan dan keadaannya tetap utuh.
2. Diwakafkan atas pokok yang telah ada dan cabang yang tidak terputus.
3. Barang yang diwakafkan bukan untuk perkara yang diharamkan.

Simak penjelasan tentang definisi wakaf dan hukum wakaf ini di dalam rekaman kajian berikut ini.

Download Kajian Kitab Matan Abu Syuja’ (Kitabul Buyu’) – Bab Wakaf (Bagian ke-2)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Tulisan Bab Wakaf – Bagian ke-2 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Penyakit Hipertensi dan Cara Pengobatannya – Dialog Kesehatan Herbal (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji)

Download Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Silakan download dan simak penjelasan Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji tentang:

“Penyakit Hipertensi dan Cara Pengobatannya”

Di dalam rekaman Dialog Kesehatan Herbal yang beliau sampaikan pada Rabu pagi, 13 Rajab 1437 / 20 April 2016. Semoga bermanfaat.

Tulisan Penyakit Hipertensi dan Cara Pengobatannya – Dialog Kesehatan Herbal (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Konsultasi kesehatan herbal oleh: Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Berikut ini merupakan rekaman dari dialog dan konsultasi kesehatan herbal bersama Sinse Abu Muhammad, yang disampaikan secara live pada Rabu pagi, 13 Rajab 1437 / 20 April 2016, pukul 09:30-11:00 WIB. Pada kesempatan ini, beliau akan membahas tentang “Penyakit Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan Cara Pengobatannya“.

Silakan download rekamannya sekarang juga, serta simak sesi tanya-jawab yang sangat bermanfaat sebagai informasi kesehatan bagi kita.

(Download juga: Penyakit Epilepsi dan Cara Pengobatannya – Sinse Abu Muhammad)


Program Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Rabu pagi, 10:00-11:30 WIB

Status program Dialog Herbal: AKTIF

Dengarkan dan Download Dialog Kesehatan Herbal – Penyakit Hipertensi dan Cara Pengobatannya

Mari bagikan rekaman konsultasi kesehatan ini ke Facebook, Twitter, atau Google+ kita, semoga bermanfaat bagi semuanya dan semoga ini menjadi amal shalih bagi kita.

Tulisan Penyakit Hipertensi dan Cara Pengobatannya – Dialog Kesehatan Herbal (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Hukum Upah untuk Muadzin dan Imam Masjid

Upah untuk Muadzin & Imam Masjid Apa hukum upah untuk muadzin dan imam masjid, termasuk marbot. Suwun Jawab: Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Untuk semua ibadah murni, tidak ada sisi manfaat langsung bagi orang lain, tidak boleh meminta upah di sana. Dalam hadis dari Utsman bin Abil Ash radhiyallahu ‘anhu, Nabi […]

Upah untuk Muadzin & Imam Masjid

Apa hukum upah untuk muadzin dan imam masjid, termasuk marbot. Suwun

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk semua ibadah murni, tidak ada sisi manfaat langsung bagi orang lain, tidak boleh meminta upah di sana.

Dalam hadis dari Utsman bin Abil Ash radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,

?????????? ?????????? ??? ???????? ????? ????????? ???????

Ambilah muadzin yang tidak meminta upah untuk adznnya. (HR. Ahmad 16270, Nasai 680 dan dishahihkan al-Arnauth)

Hadis ini menunjukkan, salah satu diantara muadzin yang baik adalah muadzin yang tidak mengambil upah. (Subulus Salam, 1/128).

Hanya saja, aturan berlaku, jika upah itu hanya untuk adzannya. Berbeda jika di sana ada bentuk aktivitas yang dia lakukan.

As-Shan’ani menyatakan,

??? ???? ??? – ???? ???? ????? ?? ??? ????? – ?? ??? ??? ??????? ????: ???? ????? ??? ??????? ?? ??? ????? ?? ???? ??? ?????? ????? ?? ??? ?????? ?????? ????? ?????

Hadis Utsman bin Abil ‘Ash tidaklah menunjukkan haramnya menerima upah untuk muadzin. Ada yang mengatakan, “Boleh mengambil upah untuk adzan dalam kondisi tertentu. Karena upahnya bukan sebatas untuk adzannya tapi untuk perjuangan dia yang selalu siaga, seperti upah untuk orang yang mengintai.” (Subulus Salam, 1/128).

Ketika di sana ada tugas tambahan, yang sifatnya bukan semata mengumandangkan adzan, para ulama membolehkan muadzin digaji. Merek digaji karena telah memberikan layanan bagi kaum muslimin.

Ibnu Qudamah mengatakan,

??? ????????? ???? ???? ??? ?? ???? ????? ?? ???? ?? ???? ????? ??? ????

Karena kaum muslimin membutuhkan orang semacam ini. Sementara bisa jadi tidak ada orang yang mau secara suka rela melakukannya. Jika dia tidak digaji, bisa menelantarkan hidupnya. (al-Mughni, 1/460)

Selama di tengah kaum muslimin tidak ada orang yang secara suka rela melayani kebutuhan mereka dalam menjaga aktivitas ibadah, maka boleh memperkerjakan orang untuk menjalani tugas itu dan dia digaji.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com dan PengusahaMuslim.com)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan – Hadits 54-56 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Kajian Kitab: Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download dan simak kajian Kitab Shahih Bukhari dengan pembahasan:

“Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan (Hadits 54-56)”

Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Rabu, 13 Rajab 1437 / 20 April 2016. Semoga bermanfaat.

Tulisan Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan – Hadits 54-56 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Kajian Kitab: Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download ceramah agama dari Kitab Shahih Bukhari yang dibahas dan dikaji oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam. Ceramah agama dan kajian ini membahas hadits-hadits shahih yang terdapat di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Kitab yang yang sangat populer dan merupakan salah satu kitab paling shahih setelah Al-Quran.

Pada kajian kali ini Ustadz Badrusalam akan membawakan pembahasan tentang “Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan (Hadits 54-56)“. Kajian ini beliau sampaikan pada Rabu pagi, 13 Rajab 1437 / 20 April 2016 di Radio Rodja dan RodjaTV.

Download juga kajian sebelumnya: “Bab Membayar Seperlima Ghanimah Termasuk Iman (Hadits 53)

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kitab Shahih Bukhari

Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan (Hadits 54-56)

Penjelasan tentang “Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan” ini merujuk kepada hadits ke-54 hingga hadits ke-56 dari kitabul iman.
Hadits ke-54 tersebut adalah:

?????????? ?????? ??????? ???? ?????????? ????? ??????????? ??????? ???? ??????? ???? ??????? ???? ????????? ???? ???????????? ???? ?????????? ???? ???????? ???? ?????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???????????? ???????????? ????????? ??????? ??? ????? ?????? ??????? ?????????? ????? ??????? ??????????? ???????????? ????? ??????? ??????????? ?????? ??????? ?????????? ???????? ?????????? ???? ????????? ?????????????? ???????????? ????? ??? ??????? ????????

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad bin Ibrahim dari Alqamah bin Waqash dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”

Sedangkan Hadits ke-55 tersebut adalah:

?????????? ???????? ???? ????????? ????? ?????????? ???????? ????? ??????????? ??????? ???? ??????? ????? ???????? ?????? ??????? ???? ??????? ???? ????? ????????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ????????????? ?????? ???? ????????

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Adi bin Tsabit berkata: Aku pernah mendengar Abdullah bin Yazid dari Abu Mas’ud dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Apabila seseorang memberi nafkah untuk keluarganya dengan niat mengharap pahala maka baginya Sedekah”.”

Dan Hadits ke-56 tersebut adalah:

?????????? ????????? ???? ??????? ????? ??????????? ???????? ???? ???????????? ????? ?????????? ??????? ???? ?????? ???? ?????? ???? ????? ???????? ??????? ?????????? ????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????? ???? ???????? ???????? ????????? ????? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ??? ???????? ??? ???? ???????????

Telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Nafi’ berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri berkata, telah menceritakan kepadaku ‘Amir bin Sa’d dari Sa’d bin Abu Waqash bahwasanya dia mengabarkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya, tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kamu akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut istrimu”.”

Simak penjelasan tentang bab di atas dengan mendownload rekaman ceramah agama ini sekarang juga atau Anda bisa mendengarkannya langsung melalui player yang tersedia.

Download Kajian Kitab Shahih Bukhari: Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan (Hadits 54-56)

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Insya Allah bermanfaat bagi saudara Muslimin dan bagi amal ibadah kita.

Tulisan Bab Amal itu Begantung dengan Niat dan Pengharapan – Hadits 54-56 – Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.