Sunnah Lebih Luas daripada Wajib – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Download Kajian: Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami - Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi

Silakan download kajian dan ceramah yang membahas tentang kaidah fiqih yang berbunyi:

?????? ???? ?? ?????

“Sunnah itu lebih luas daripada wajib.”

Disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada hari Kamis, 22 Jumadal Akhirah 1437 / 31 Maret 2016. Semoga bermanfaat.

Tulisan Sunnah Lebih Luas daripada Wajib – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Kajian: Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami - Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 22 Jumadal Akhirah 1437 / 31 Maret 2016 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah.

Pada pertemuan kali ini, Ustadz Kurnaedi akan menyampaikan kaidah fiqih yang menjelaskan tentang “Sunnah Lebih Luas daripada Wajib“. Semoga bermanfaat.

(Download juga kajian sebelumnya: “Sesuatu yang Diperbolehkan karena Sebuah Sebab, maka Tidak Diperbolehkan Lagi jika Sebab itu Hilang“)

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Sunnah Lebih Luas daripada Wajib

Pada kajian kali ini, Ustadz Kurnaedi akan membahas tentang penerapan kaidah fiqih yang berbunyi:

?????? ???? ?? ?????

“Sunnah itu lebih luas daripada wajib.”

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “Sunnah Lebih Luas daripada Wajib” dan contoh penerapannya di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah Fiqih: Sunnah Lebih Luas daripada Wajib

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Tulisan Sunnah Lebih Luas daripada Wajib – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Silakan download audio khutbah Jumat yang berdurasi hanya sekitar 14 menit (3,4 MB) dengan penjelasan tentang:

“Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat”

Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Jumat, 18 Jumadal Ula 1437 / 26 Februari 2016, live dari Masjid Al-Barkah, komplek Radio Rodja dan RodjaTV.

Tulisan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Khutbah Jumat oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Jumat, 18 Jumadal Ula 1437 / 26 Februari 2016. Pada khutbah jumat ini, beliau menyampaikan tema tentang “Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat“. Mari kita simak dan download khutbah Jumat ini, semoga bermanfaat.

Download juga khutbah Jumat sebelumnya: Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah – Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.


Alamat Masjid Al-Barkah Cileungsi Bogor

Masjid Jami’ Al-Barkah
Jl.Pahlawan, Kampung Tengah,
Belakang Polsek Cileungsi,
Cileungsi, BOGOR

Dengarkan dan Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah: Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Tulisan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Sehat – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Silakan download audio khutbah Jumat yang berdurasi hanya sekitar 20 menit dengan penjelasan tentang:

“Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah”

Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Jumat, 11 Jumadal Ula 1437 / 19 Februari 2016, live dari Masjid Al-Barkah, komplek Radio Rodja dan RodjaTV.

Tulisan Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Khutbah Jumat oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Jumat, 11 Jumadal Ula 1437 / 19 Februari 2016. Pada khutbah jumat ini, beliau menyampaikan tema tentang “Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah“. Mari kita simak dan download khutbah Jumat ini, semoga bermanfaat.

Download juga khutbah Jumat sebelumnya: Menjaga Lisan Sebab Diperbaikinya Amalan Kita – Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.


Alamat Masjid Al-Barkah Cileungsi Bogor

Masjid Jami’ Al-Barkah
Jl.Pahlawan, Kampung Tengah,
Belakang Polsek Cileungsi,
Cileungsi, BOGOR

Ringkasan Khutbah Jumat: Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah

Ummatal Islam, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempraktikkan Islam ini dengan perbuatan-perbuatan beliau. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang benar-benar memahami tentang apa apa yang Allah Ta’ala turunkan di dalam Al-Quran.

Maka kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mempraktikkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu meliputi bagaimana shalat, zakat, puasa, haji, umrah, dan yang lainnya. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk melihat perbuatan-perbuatan dan praktik beliau.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

???? ??? ???????? ????

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

???? ??? ???????

“Ambillah dariku manasik haji kalian.”

Dari arahan beliau tersebut, lalu para sahabat memperhatikan dengan baik kemudian mempraktikkannya dan menukilnya hingga sampai kepada kita.

Maka dari itu, segala amalan di dalam Islam telah dijelaskan dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wajib bagi kita mengikutinya dan kita dilarang melakukan perbuatan bidah.

Silakan simak penjelasan selengkapnya dari khutbah Jumat yang singkat namun bermanfaat ini dengan mendownloadnya sekarang juga. Semoga Bermanfaat.

Dengarkan dan Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah: Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Tulisan Wajibnya Mengikuti Sunnah dan Larangan Berbuat Bid’ah – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

#Indonesia Darurat Wahabi? (1) #

Membongkar Kesesatan Wahabi (Bagian Pertama)  Fitnah wahabiyyah ini memang bergelombang bak gelombang samudera, silih berganti …

Membongkar Kesesatan Wahabi (Bagian Pertama) 

Fitnah wahabiyyah ini memang bergelombang bak gelombang samudera, silih berganti tuduhan dan cacian yang seakan tidak pernah ada habisnya.

Demi Allah, sebetulnya mengurus permasalahan ini terlalu memalingkan kita dari ilmu-ilmu yang masih banyak yang belum kita pelajari. Namun ketika kita melihat fitnah ini sudah begitu merata dan merajalela karena ditiupkan oleh orang-orang yang memang hatinya dipenuhi rasa kebencian terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Maka tak mengapa, pada kali ini kita akan membahas “Hakikat Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Apakah Ada Hubungannya antara Dakwah Beliau terhadap Firqah Wahabi”.

Banyak di antara orang-orang yang menuduh ‘wahabi’ tetapi ketika mereka ditanya tentang sejarah siapa wahabi? Bagaimana wahabi? Kapan munculnya wahabi? Mereka memberikan jawaban-jawaban yang aneh sekali, tidak ilmiah dan otentik, bahkan jawaban tersebut hanya berasal dari “kata anu, kata anu…”

Padahal perkara tuduh-menuduh itu bukanlah suatu perkara yang ringan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika kita menuduh orang lalu kita salah dalam menuduh, maka tuduhan tersebut akan kembali kepada kita. Umar bin Abdul Aziz berkata: “Saya salah dalam memaafkan itu lebih saya sukai daripada saya salah dalam memberikan sanksi.”

Rasulullah ?hall?ll?hu‘alaihi wa sallam bersabda,

??????????????????????????????????????. ??????????????????????????????????????????????????????????????????????

Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya, ‘hai orang kafir,’ maka kata itu akan menimpa salah satunya. Jika benar apa yang diucapkan (berarti orang yang dituduh menjadi kafir); jika tidak, maka tuduhan itu akan menimpa orang yang menuduh.” [HR Muslim].

Siapa Wahhabi? Bagaimana Sejarah Wahhabi?

Suatu sejarah yang perlu diluruskan. Sesuatu yang perlu kita ketahui bahwa kata “wahhabi” berasal dari “wahhab” dan “i”. Dalam bahasa Arab, “i” tersebut merupakan ya’ nisbah: huruf ya` yang menunjukkan penisbatan, artinya dinisbahkan kepada “wahhab”dan “wahhab” adalah salah satu dari nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla.

Itu sebatas makna dari sisi bahasa saja. Sekarang, siapakah wahabi dan kapankah munculnya?

Diantara fatwa ulama Ahlussunnah:

Imam Al-Winsyarisi pernah menyebutkan fatwa Imam Al-Lakhmi (Salah Satu Ulama Ahlussunnah) dalam kitabnya “Al-Mi’yar Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahli Al-Maghrib” bahwasanya Imam Al-Lakhmi menyesatkan Firqah Wahhabiyyah. Al-Wansyarisi menyebutkan:

“Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, bagaimana hukum shalat di dalamnya?

Maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab:

Firqah Wahabiyyah adalah firqah khawarij yang sesat, semoga Allah menghancurkan mereka, masjidnya wajib untuk dihancurkan dan wajib untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin [1]

Akan tetapi pertanyaan besar buat sang penuduh Salafiyyiin sebagai Wahhabi yang sesat: “Siapakah Wahhabi yang dimaksud oleh Imam Al-Lakhmi diatas?” Mari kita lihat kembali kepada lembaran sejarah. (bersambung ke bagian #2, insya Allah)

Wall?hu a’lam

—-

[1]Fatwa Al-Lakhmi ini disebutkan oleh Al-Winsyarisi dalam kitabnya Al-Mi’yar Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahli Al-Maghrib pada jilid 11 hal. 168

Ditranskrip dari rekaman kajian “Membongkar Kesesatan Wahhabi” bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam –hafizhahull?h

Sumber lain:http://www.alamiry.net/2013/11/membersihkan-pakaian-salaf-dari-tuduhan.html

Indonesia Darurat Wahabi? (1)

Siapakah Wahhabi yang dimaksud oleh Imam Al-Lakhmi? Mari kita lihat kembali kepada lembaran sejarah..

Membongkar Kesesatan Wahabi (Bagian Pertama) 

Fitnah wahabiyyah ini memang bergelombang bak gelombang samudera, silih berganti tuduhan dan cacian yang seakan tidak pernah ada habisnya.

Demi Allah, sebetulnya mengurus permasalahan ini terlalu memalingkan kita dari ilmu-ilmu yang masih banyak yang belum kita pelajari. Namun ketika kita melihat fitnah ini sudah begitu merata dan merajalela karena ditiupkan oleh orang-orang yang memang hatinya dipenuhi rasa kebencian terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Maka tak mengapa, pada kali ini kita akan membahas “Hakikat Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Apakah Ada Hubungannya antara Dakwah Beliau terhadap Firqah Wahabi”.

Banyak di antara orang-orang yang menuduh ‘wahabi’ tetapi ketika mereka ditanya tentang sejarah siapa wahabi? Bagaimana wahabi? Kapan munculnya wahabi? Mereka memberikan jawaban-jawaban yang aneh sekali, tidak ilmiah dan otentik, bahkan jawaban tersebut hanya berasal dari “kata anu, kata anu…”

Padahal perkara tuduh-menuduh itu bukanlah suatu perkara yang ringan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika kita menuduh orang lalu kita salah dalam menuduh, maka tuduhan tersebut akan kembali kepada kita. Umar bin Abdul Aziz berkata: “Saya salah dalam memaafkan itu lebih saya sukai daripada saya salah dalam memberikan sanksi.”

Rasulullah ?hall?ll?hu‘alaihi wa sallam bersabda,

??????????????????????????????????????. ??????????????????????????????????????????????????????????????????????

Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya, ‘hai orang kafir,’ maka kata itu akan menimpa salah satunya. Jika benar apa yang diucapkan (berarti orang yang dituduh menjadi kafir); jika tidak, maka tuduhan itu akan menimpa orang yang menuduh.” [HR Muslim].

Siapa Wahhabi? Bagaimana Sejarah Wahhabi?

Suatu sejarah yang perlu diluruskan. Sesuatu yang perlu kita ketahui bahwa kata “wahhabi” berasal dari “wahhab” dan “i”. Dalam bahasa Arab, “i” tersebut merupakan ya’ nisbah: huruf ya` yang menunjukkan penisbatan, artinya dinisbahkan kepada “wahhab”dan “wahhab” adalah salah satu dari nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla.

Itu sebatas makna dari sisi bahasa saja. Sekarang, siapakah wahabi dan kapankah munculnya?

Diantara fatwa ulama Ahlussunnah:

Imam Al-Winsyarisi pernah menyebutkan fatwa Imam Al-Lakhmi (Salah Satu Ulama Ahlussunnah) dalam kitabnya “Al-Mi’yar Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahli Al-Maghrib” bahwasanya Imam Al-Lakhmi menyesatkan Firqah Wahhabiyyah. Al-Wansyarisi menyebutkan:

“Imam Al-Lakhmi pernah ditanya tentang suatu negeri yang disitu orang-orang Wahabiyyun membangun sebuah masjid, bagaimana hukum shalat di dalamnya?

Maka Imam Al-Lakhmi pun menjawab:

Firqah Wahabiyyah adalah firqah khawarij yang sesat, semoga Allah menghancurkan mereka, masjidnya wajib untuk dihancurkan dan wajib untuk mengusir mereka dari negeri-negeri kaum muslimin [1]

Akan tetapi pertanyaan besar buat sang penuduh Salafiyyiin sebagai Wahhabi yang sesat: “Siapakah Wahhabi yang dimaksud oleh Imam Al-Lakhmi diatas?” Mari kita lihat kembali kepada lembaran sejarah. (bersambung ke bagian #2, insya Allah)

Wall?hu a’lam

—-

[1] Fatwa Al-Lakhmi ini disebutkan oleh Al-Winsyarisi dalam kitabnya Al-Mi’yar Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahli Al-Maghrib pada jilid 11 hal. 168

Ditranskrip dari rekaman kajian “Membongkar Kesesatan Wahhabi” bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam –hafizhahull?h

Sumber lain: http://www.alamiry.net/2013/11/membersihkan-pakaian-salaf-dari-tuduhan.html

Artikel Muslimah.or.id

Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah (Ustadz Abu Qatadah)

Download Ceramah Agama Islam: Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah (Ustadz Abu Qatadah)

Berikut ini merupakan rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Qatadah di Masjid Al-Barkah pada Sabtu Malam, 3 Oktober 2015 / 20 Dzulhijjah 1436, ba’da Maghrib hingga selesai. Kajian ini bertema:

“Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah”

Silakan download kajiannya, dan bagikan juga kepada yang lainnya. Semoga bermanfaat.

Tulisan Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah (Ustadz Abu Qatadah) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Ceramah Agama Islam: Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah (Ustadz Abu Qatadah)

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Qatadah

Rekaman ceramah agama dan kajian berikut ini disampaikan oleh Ustadz Abu Qatadah di Masjid Al-Barkah, komplek Rodja, Cileungsi, Bogor, dan disiarkan secara langsung di Radio Rodja dan Rodja TV pada Sabtu malam, 20 Dzulhijjah 1436 / 3 Oktober 2015. Pada ceramah tersebut Ustadz Abu Qatadah membahas tema tentang “Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah“.

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah

Yang dimaksud dengan sunnah pada pembahasan kali ini bukanlah sunnah yang bermakna sesuatu yang tidak wajib. Namun, sunnah yang dimaksud dalam kajian kali ini adalah segala sesuatu yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik itu yang berkaitan dengan aqidah, cara beribadah, cara bermu’amalah, cara bersiyasah, atau yang berkaitan dengan akhlak.

Dengan kata lain, sunnah yang kita bahas adalah setiap yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa ucapan-ucapan beliau, perbuatan-perbuatan beliau, atau persetujuan-persetujuan beliau.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah:

?????????? ????????? ???????? ??????????? ????????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ???????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????????? ????????????????? ??????? ????????? ??????????????? ???????????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ???????? ?????????

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun yang dia berasal dari budak Ethiopia. Sesungguhnya orang yang hidup nanti (setelahku) akan melihat perpecahan yang banyak, maka hendaknya kalian senantiasa berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Ar-Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi geraham dan jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan. Karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bidah, dan setiap bidah itu sesat.”

Mengagungkan sunnah merupakan kewajiban bagi setiap mukmin, memuliakan syariat yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib, dan kewajiban mengagungkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibangun di atas dalil-dalil yang sangat agung.

Islam dibangun di atas kaidah yang sangat agung, yaitu kaidah mengagungkan syiar Islam. Yang artinya, barangsiapa yang tidak mengagungkan syiar Islam, maka imannya adalah cacat atau bahkan rusak.

Di dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada kita bahwa simpul iman atau ikatan iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah Ta’ala. Seorang yang beriman sudah semestinya mencintai setiap yang dicintai oleh Allah dan dia membenci apa yang memang dibenci oleh Allah. Barangsiapa yang membenci apa yang dicintai oleh Allah maka berarti ia telah merusak imannya.

Simak penjelasan Ustadz Abu Qatadah mengenai “Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah” selengkapnya dengan mendownload rekamannya sekarang juga atau dengarkan melalui player yang kami sediakan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama: Ustadz Abu Qatadah – Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah

Ayo kita sebarkan link ceramah agama ini ke akun media sosial yang kita miliki agar kaum muslimin bisa mendapatkan manfaatnya. Jazakumullahu khairan

Tulisan Wajibnya Mengagungkan Sunnah dan Bahaya Mengolok-olok Sunnah (Ustadz Abu Qatadah) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Sumber Hukum Dalam Islam

Buletin At-Tauhid edisi 34 Tahun XI

 
Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man tabi’a hudah…
 
Para pembaca yang terhormat, semoga Allah merahmati kita semua… Islam adalah aga…

Buletin At-Tauhid edisi 34 Tahun XI

al-quran-yang-mulia1

 

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wa man tabi’a hudah…

 

Para pembaca yang terhormat, semoga Allah merahmati kita semua… Islam adalah agama yang dijadikan sempurna dan

Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah:

?????????? ????????? ???????? ??????????? ????????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ???????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????????? ????????????????? ??????? ????????? ??????????????? ???????????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ???????? ?????????

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun yang dia berasal dari budak Ethiopia. Sesungguhnya orang yang hidup nanti (setelahku) akan melihat perpecahan yang banyak, maka hendaknya kalian senantiasa berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Ar-Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi geraham dan jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan. Karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bidah, dan setiap bidah itu sesat.”

Temukan penjelasan tentang kewajiban mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Khutbah Jumat yang berdurasi sekitar 14 menit ini.

Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada tanggal 7 Agustus 2015 atau bertepatan dengan 22 Syawal 1436 H, live dari Masjid Al-Barkah, komplek Radio Rodja dan RodjaTV.

Silakan simak dan download rekaman khutbah Jumatnya, semoga bermanfaat.

Tulisan Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah, Jl. Pahlawan, Belakang Polsek Cileungsi, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor

Khutbah Jumat oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Download khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor pada Jumat, 22 Syawal 1436 / 7 Agustus 2015. Pada khutbah jumat ini, beliau menyampaikan tema tentang “Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi“. Mari kita simak dan download khutbah Jumat ini, semoga bermanfaat.


Alamat Masjid Al-Barkah Cileungsi Bogor

Masjid Jami’ Al-Barkah
Jl.Pahlawan, Kampung Tengah,
Belakang Polsek Cileungsi,
Cileungsi, BOGOR

Ringkasan Khutbah Jumat: Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi

Ummatal Islam, marilah senantiasa kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah Ta’ala yang telah memberikan kepada kita banyak nikmat dan karunia. Di antara nikmat itu adalah nikmat Islam, nikmat iman, nikmat tauhid, dan nikmat sunnah, yang dengannya kita bisa berjalan di atas sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Imam Ahmad pernah berkata:

Aku tidak tahu di atas nikmat apa aku berterima kasih kepada Allah. Di atas nikmat apa aku bergembira, apakah di atas nikmat Islam atau di atas nikmat sunnah.”

Sesungguhnya Rasul kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mewasiatkan umatnya untuk berpegang dengan sunnah-sunnahnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah:

?????????? ????????? ???????? ??????????? ????????????? ?????? ????????? ?????????? ?????? ????????? ????????? ???? ?????? ???????? ????????? ??????????? ????????? ???????????? ?????????? ????????? ???????????? ????????????? ????????????????? ??????? ????????? ??????????????? ???????????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ???????? ?????????

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun yang dia berasal dari budak Ethiopia. Sesungguhnya orang yang hidup nanti (setelahku) akan melihat perpecahan yang banyak, maka hendaknya kalian senantiasa berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa Ar-Rasyidin yang diberi petunjuk. Gigitlah ia dengan gigi geraham dan jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan. Karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bidah, dan setiap bidah itu sesat.”

Di dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa umat Islam akan menghadapi perpecahan yang banyak. Dan beliau memberikan solusi, yaitu kita dituntut untuk berpegang teguh dengan sunnah-sunnahnya dan sunnah-sunnah para sahabatnya.

Silakan simak penjelasan selengkapnya dari khutbah Jumat yang singkat namun bermanfaat ini dengan mendownloadnya sekarang juga. Semoga Bermanfaat.

Dengarkan dan Download Khutbah Jumat Masjid Al-Barkah: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download khutbah Jum’at ini, kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau Google+ Anda. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Tulisan Kewajiban Mengikuti Sunnah Nabi – Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya (Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi)

Download Ceramah Agama Islam: Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya (Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi)

Suatu kaidah berbunyi:
???? ?????? ??? ???????? ????? ???????? ??? ????????
“Barangsiapa mengetahui apa yang diminta, maka akan mudah baginya mengorbankan sesuatu untuk (bisa menemukan) hal tersebut.”

Jadi, ketika kita mengetahui tentang Islam, maka kita akan bersemangat untuk semakin mendalami dan mencari tahu tentang Islam. Begitulah kaidah yang disampaikan oleh para ulama.

Mari kita ketahui lebih dalam tentang keindahan Islam, agar kita semakin bersemangat dalam berusaha / beramal untuk menemukan keindahan Islam tersebut.

Silakan dengarkan dan download ceramah agama “Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya” sekarang juga.

Tulisan Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya (Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Ceramah Agama Islam: Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya (Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi)

Ceramah agama Islam oleh: Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi
Penerjemah: Ustadz Jazuli, Lc. dan Ustadz Aan Chandra Thalib, Lc.

Merupakan rekaman dari tabligh akbar yang diselenggarakan di Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), Jl. Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Ahad pagi, 10 Syawwal 1436 / 26 Juli 2015, pukul 09:15-12:00 WIB bersama Syaikh Prof. Dr. Anis bin Ahmad bin Thahir Jamal Al-Indunisi, guru besar ilmu hadits Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Tabligh akbar tersebut mengetengahkan tema sangat menarik tentang “Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya“. Silakan download rekamannya. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya

Mungkin bisa saja ada pertanyaan dari salah seorang di antara kita, “Kenapa kita mesti membahas tentang keutamaan Islam, keutamaan berpegang teguh dengan Islam? Padahal kita adalah orang Islam, bahkan kita adalah orang Islam sejak lahir. Alhamdulillah, Islam adalah agama fitrah, kenapa kita harus membahas Islam, tidak membahas yang lain?”

Maka kami katakan, sebagaimana dikatakan oleh para ulama, ada suatu kaidah yang berbunyi:

???? ?????? ??? ???????? ????? ???????? ??? ????????

”Barangsiapa mengetahui apa yang diminta, maka akan mudah baginya mengorbankan sesuatu untuk (bisa menemukan) hal tersebut.

Jadi, ketika kita mengetahui tentang Islam, maka kita akan bersemangat untuk semakin mendalami dan mencari tahu tentang Islam. Begitulah kaidah yang disampaikan oleh para ulama.

Islam ini adalah agama yang utama, dan kaidah tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam Syu’abil Iman, di mana beliau membawakan satu riwayat dari Ibrahim bin Ad-ham. Ibrahim bin Ad-ham menulis sebuah surat kepada Sufyan bin Sa’id Ats-Tsauri, yang isi daripada surat beliau kepada Sufyan Ats-Tsauri adalah “???? ?????? ??? ???????? ????? ???????? ??? ????????“.

Mari kita ketahui lebih dalam tentang keindahan Islam, agar kita semakin bersemangat dalam berusaha / beramal untuk menemukan keindahan Islam tersebut. Silakan dengarkan dan download ceramah agama ini sekarang juga.

Download Ceramah Agama: Syaikh Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi – Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya

Share rekaman tabligh akbar ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga semakin banyak kaum Muslimin yang semakin dalam mengenal akan keutamaan agamanya.

Tulisan Kesempurnaan dan Universalitas Islam serta Kewajiban Berpegang Teguh dengannya (Syaikh Prof. Dr. Anis Ahmad Thahir Jamal Al-Indunisi) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Keutamaan Menuntut Ilmu

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad, keluarganya, …

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah untuk Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat kelak.

Saudariku muslimah, diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan dari perkataan dan perbuatan.

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali mengatakan, “Ilmu yang bermanfaat adalah mempelajari al-Qur’an dan sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Demikian juga dalam masalah hukum halal dan haram, zuhud dan masalah hati, dan lain sebagainya”. (Fadhlu Ilmi Khalaf, hlm. 26).

Keutamaan-keutamaan ilmu agama banyak sekali, diantaranya:

Ilmu adalah sebab kebaikan di dunia dan akhirat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

???? ?????? ??????? ???? ??????? ??????????? ??? ????????

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi).

Ilmu sebagai benteng dari syubhat dan fitnah
Karena dengan ilmu kita dapat menjaga diri dari berbagai syubhat (kerancuan pemikiran) yang menyerang. Dengan ilmu juga kita dapat membantah argumen orang-orang yang ingin merusak agama.

Ilmu adalah jalan menuju surga
Dengan ilmu kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
???? ?????? ???????? ?????????? ????? ??????? ??????? ??????? ???? ???????? ????? ?????????

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

?Oleh karenanya, marilah kita bersemangat untuk menuntut ilmu agama dengan segala sarana yang dimudahkan Allah pada zaman sekarang, baik dengan belajar di pondok pesantren ahlus sunnah, majlis ta’lim, dan dauroh. Atau bisa juga melalui TV sunnah seperti Rodja TV, radio sunnah seperti Radio Rodja, Radio Muslim Yogyakarta, atau membaca buku dan majalah sunnah. Allahu a’lam.

——
Penulis: Ummu Aisyah Emmi

Pemuraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Adab Berhari Raya Idul Fitri (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Download Ceramah Agama Islam: Adab Berhari Raya Idul Fitri (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Silakan download rekaman kajian yang membahas tema “Adab Berhari Raya Idul Fitri”,

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc., pada 16 Juli 2015 atau 29 Ramadhan 1436 H di Radio Rodja dan RodjaTV. Semoga bermanfaat.

Tulisan Adab Berhari Raya Idul Fitri (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Download Ceramah Agama Islam: Adab Berhari Raya Idul Fitri (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Kajian dan Ceramah Agama oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian dan ceramah agama yang disampaikan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV, pada Kamis sore, 29 Ramadhan 1436 / 16 Juli 2015. Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Badrusalam. Pada kajian ini, Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. membahas tema tentang “Adab Berhari Raya Idul Fitri“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian: Adab Berhari Raya Idul Fitri

Idul fitri merupakan salah satu syiar Islam dan merupakan hari kemenangan bagi umat Islam. Di dalam mereyakan idul fitri, kita harus mengetahui dan memperhatikan bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhari raya, apa saja adab-adab yang harus diperhatikan ketika kita berhari raya.

Berikut ini beberapa adab yang hendaknya kita perhatikan ketika kita berhari raya:

1. Hendaknya kita berhari raya bersama pemimpin (pemerintah)
Hal ini dengan tujuan agar menjaga persatuan di antara kaum muslimin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

????????? ?????? ?????????? ??????????? ?????? ??????????? ???????????? ?????? ??????????

“Puasa itu bersama ketika di hari kalian semua berpuasa, beridul fitri pada hari kalian semua beridul fitri, dan beridul adha pada hari kalian semua beridul adha.” (HR At-Tirmidzi)

Apa saja adab berhari raya yang berikutnya? Simak penjelasan selengkapnya dari ceramah agamaAdab Berhari Raya Idul Fitri” ini bersama Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Silakan Download Kajian Fiqih Zakat: Adab Berhari Raya Idul Fitri

Mari kita share link download kajian yang bermanfaat ini, ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat untuk kita dan saudara-saudara kita yang lain. Jazakumullahu khairan.

Tulisan Adab Berhari Raya Idul Fitri (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Ceramah Agama Islam: Semua Tema

Ceramah ini adalah yang disampaikan pada Rabu pagi, 28 Ramadhan 1436 / 15 Juli 2015 dengan materi tentang “Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah“. Dalam ceramah ini, Ustadz Ahmad Zainuddin menyampaikan hal-hal penting seputar hari raya yang perlu kita ketahui dan kita ilmui, untuk kemudian kita amalkan, dikarenakan kita sebentar lagi akan menjumpai hari Idul Fitri. Silakan simak dan download rekaman ceramahnya.

Tulisan Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Ceramah Agama Islam: Semua Tema

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

Ceramah ini adalah yang disampaikan pada Rabu pagi, 28 Ramadhan 1436 / 15 Juli 2015 dengan materi tentang “Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah“. Dalam ceramah ini, Ustadz Ahmad Zainuddin menyampaikan hal-hal penting seputar hari raya yang perlu kita ketahui dan kita ilmui, untuk kemudian kita amalkan, dikarenakan kita sebentar lagi akan menjumpai hari Idul Fitri. Silakan simak dan download rekaman ceramahnya.


Program Kajian tematik bersama Ustadz Ahmad Zainuddin di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Rabu pagi, pukul 10:00-11:30 WIB

Status program Kajian Tematik: AKTIF

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

????????? ??????? ??? ?????? ?????? ??????? … (????: ??)

“Maka ketahuilah (ilmuilah), bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah …” (QS Muhammad [47]: 19)

Imam Al-Bukhari rahimahullahu Ta’ala ketika menyebutkan ayat ini, beliau mengatakan “??? ????? ??? ????? ??????, (artinya:) “Bab Berilmu Dahulu Sebelum Berkata dan Beramal“. Oleh karena itu, kita ingin memasuki Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, maka sebelum kita memasuki hari raya tersebut, alangkah baiknya kita berilmu dahulu, karena di dalam hari raya terdapat beberapa amalan-amalan yang disyariatkan di dalam agama Islam, sehingga kita benar-benar, sebagaimana kita, yaitu beramal di atas ilmu agama yang didasari dari Al-Qur’an dan Sunnah yang dipahami oleh Salafush Shalih.

Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah Rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mengapa rahmat? Karena Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri, 2 hari tersebut, 2 hari yang kaum Muslim di dalamnya bersuka-cita, riang gembira, makan dan minum, 2 hari yang merupakan kebanggaan kaum Muslim, 2 hari yang merupakan syi’ar dari syi’ar Islam, itu adalah 2 hari pilihan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang menggantikan seluruh hari raya-hari raya yang dimiliki oleh manusia sedunia.

Coba perhatikan, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, dan yang lainnya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita:

?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ? ????????? ???????????? ????????? ??????????? ???????? ??? ??????????????? ? ??????? : ???????? ?????????? ? ???????? ????????? ??????????? ???????? ??? ??????????????? ? ?????? ???????????? ??????? ??????? ??????? ????????? : ?????? ????????? ? ???????? ?????????

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kota Madinah (dalam rangka berhijrah) dan pada waktu itu penduduk kota Madinah mempunyai 2 hari yang mereka bermain-bermain / bersuka-cita pada dua hari tersebut tatkala masa Jahiliyah. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku datang kepada kalian dan kalian memiliki 2 hari yang kalian bersuka-cita / riang gembira di dalam 2 hari tersebut, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menggantikan 2 hari tersebut dengan yang lebih baik darinya, yaitu Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.”

Simak hal apa saja yang perlu kita ketahui dan ilmui terkait dengan Hari Raya Idul Fitri dengan menyimak dan mendownload ceramah ini sekarang juga.

Download Ceramah Agama: Ustadz Ahmad Zainuddin – Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah

Share yuk ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+.

Tulisan Indahnya Berhari Raya Sesuai Sunnah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.