Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan – Bagian ke-2 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

Silakan download kajian dan ceramah agama yang membahas dan menjelaskan tentang penerapan kaidah fiqih:

?????????? ??? ???????? ??????????

“Sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan keraguan”.

Disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada hari Kamis, 4 Juni 2015. Semoga bermanfaat.

Tulisan Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan – Bagian ke-2 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 17 Syaban 1436 / 4 Juni 2015 di Radio Rodja dan RodjaTV. Kajian ini membahas buku “Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami” karya Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf hafidzahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan kaidah fiqih yang berbunyi “Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-1)“, dan pada pertemua kali ini, beliau akan menyampaikan tentang kaidah fiqih yang berbunyi “Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Kajian Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami

Kaidah Fiqih: Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-2)

Penerapan Kaidah

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa kaidah ini mencakup hampir semua permasalahan syar’i, maka mencakup di sini disebutkan sebagiannya saja sebagai contoh:

1. Apabila ada seseorang yang yakin bahwa dia telah berwudhu, lalu ragu-ragu apakah dia sudah batal ataukah belum, maka dia tidak wajib berwudhu lagi. Karena yang yakin adalah sudah berwudhu, sedang batalnya masih diragukan.

2. Dan begitu pula sebaliknya, apabila orang yakin bahwa dia telah batal wudhunya, namun dia ragu-ragu apakah dia sudah wudhu kembali ataukah belum? Maka dia wajib wudhu lagi karena yang yakin sekarang adalah batalnya wudhu.

3. Barangsiapa yang berjalan di perkampungan lalu kejatuhan air dari rumah seseorang dari lantai dua, yang mana ada kemungkinan bahwa itu adalah air najis, maka dia tidak wajib mencucinya karena pada dasarnya air itu suci. Dan asal hukum ini tidak bisa dihilangkan hanya dengan sebuah keraguan. Kecuali kalau didapati sebuah tanda-tanda kuat bahwa air itu adalah air najis, misalkan bau pesing dan lainnya.

4. Barangsiapa yang telah sah nikahnya, lalu dia ragu-ragu apakah sudah terjadi talak ataukah belum, maka nikahnya tetap sah dan tidak perlu digubris terjadinya talak yang masih diragukan.

Silakan simak kajian selengkapnya yang berkaitan dengan kaidah “?????????? ??? ???????? ??????????” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kaidah Fiqih: Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan (Bagian ke-1)

Jangan lupa untuk turut membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan pahala yang besar.

Tulisan Keyakinan Tidak Bisa Hilang dengan Keraguan – Bagian ke-2 – Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin)

Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita

– Di beberapa daerah pedalaman, kaum wanita biasa menghadiri majelis-majelisnya kaum laki-laki, di sana mereka berjabat tangan dan mengucapkan salam kepada laki-laki. Mereka mengatakan bahwa hal ini hanya adat istiadat dan tradisi saja. Apakah hal tersebut dibenarkan?

– Apakah memakai celana dan rok pendek bagi wanita?

Simak selengkapnya penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di dalam rekaman fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berikut ini.

Tulisan Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Fatwa-Fatwa Pilihan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin
Penerjemah: Ustadz Junaedi ‘Abdillah

Berikut ini kumpulan fatwa pilihan dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, yang diterjemahkan oleh Ustadz Junaedi ‘Abdillah dan disiarkan secara langsung di Radio Rodja pada Sabtu siang, 28 Jumadal Akhirah 1436 / 18 April 2015. Fatwa-fatwa pilihan kali ini akan membahas mengenai “Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita“. Semoga bermanfaat.

Fatwa-Fatwa Pilihan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

Di antara fatwa yang akan disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah di dalam rekaman kali ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan:

– Di beberapa daerah pedalaman, kaum wanita biasa menghadiri majelis-majelisnya kaum laki-laki, di sana mereka berjabat tangan dan mengucapkan salam kepada laki-laki. Mereka mengatakan bahwa hal ini hanya adat istiadat dan tradisi saja. Apakah hal tersebut dibenarkan?

– Apakah memakai celana dan rok pendek bagi wanita?

Simak selengkapnya penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di dalam rekaman fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berikut ini.

Dengarkan dan Download Fatwa-Fatwa Pilihan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin – Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link fatwa pilihan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Tulisan Hukum Bersalaman, Membuka Wajah, dan Memakai Celana bagi Wanita – Fatwa-Fatwa Pilihan (Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Berniat Puasa Setelah Shubuh

Jika ada yang berniat puasa setelah masuk waktu Shalat Shubuh (waktu fajar) -misal sudah jam 8 pagi-, apakah dibolehkan?

Jika ada yang berniat puasa setelah masuk waktu Shalat Shubuh (waktu fajar) -misal sudah jam 8 pagi-, apakah dibolehkan?

Dalam hadits disebutkan,

???? ???? ???????? ?????????? ?????? ????????? ????? ??????? ????

Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Shubuh), maka puasanya tidak sah.” (HR. Abu Daud no. 2454, Tirmidzi no. 730, dan An Nasa’i no. 2333. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Adapun hadits ‘Aisyah di mana ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dalil di atas adalah dalil bagi mayoritas ulama bahwa boleh berniat di siang hari sebelum waktu zawal (matahari bergeser ke barat) pada puasa sunnah.”(Syarh Shahih Muslim, 8: 33)

Al Lajnah Ad Daimah, Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia ditanya, “Apa hukum berniat puasa di pagi hari setelah terbit fajar shubuh dan sebelumnya belum mencicipi makan dan minum sama sekali?”

Jawab para ulama Lajnah, “Jika puasanya adalah puasa sunnah, maka sah-sah saja berniat di siang hari. Sedangkan untuk puasa wajib tidaklah sah. Niat untuk puasa wajib haruslah dilakukan sebelum terbit fajar shubuh (di malam hari). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat di malam hari (sebelum fajar shubuh, -pen)”.

Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga shalawat dan salam tercurah pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.” (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no. 17468, juz 9, hal. 150)

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun di siang hari, 1 Sya’ban 1435 H di Pesantren Darush Sholihin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Dialog Herbal: Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-1 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji)

Silakan download rekaman konsultasi kesehatan herbal bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji, yang kali ini membahas tentang “Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi dari Pengobatan Penyakit limpa”. Simak pula sesi tanya jawab kesehatan yang akan langsung dijawab oleh beliau, tentunya berkaitan dengan permasalahan-permasalahan kesehatan sehari-hari kita. Dialog kesehatan herbal ini disampaikan di Radio Rodja dan RodjaTV pada hari Rabu, 21 Mei 2014.

Tulisan Dialog Herbal: Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-1 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Konsultasi kesehatan herbal oleh: Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji

Rekaman dari program Dialog Kesehatan Herbal yang ditayangkan live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Rabu pagi, 21 Rajab 1435 / 21 Mei 2014, pukul 08:00-09:30 WIB. Konsultasi kesehatan herbal bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji ini, akan membahas tentang “Dialog Herbal: Dialog Herbal: Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-1)“, setelah sebelumnya membahas permasalahan mengenai Lambung dan Berbagai Permasalahan yang berkaitan dengannya. Mari kita simak pembahasan yang sangat menarik ini dan semoga bermanfaat.


Program Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Rabu pagi, 08:00-10:00 WIB

Status program Dialog Herbal: AKTIF

Ringkasan Dialog Kesehatan Herbal: Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi Pengobatannya (Bagian ke-1)

Orang pencernaan yang kedua setelah lambung adalah, tihal atau yang biasa disebut limpa atau pencernaan kecil. Limpa merupakan organ yang luar biasa, karena merupakan organ yang menentukan perkembangan dan pertumbuhan manusia. Akan tetapi yang perlu diketahui bahwa, limpa menentukan perkembangan dan pertumbuhan manusia ketika sudah lahir, bukan ketika masih di dalam rahim. Karena ketika masih di dalam rahim, yang menentukan adalah kabidun atau hati.

Limpa kemudian berkedudukan sebagi organ pemeliharan kehidupan yang menentukan perkembangan dan pertumbuhan anak ketika sudah lahir. Dimana lambung menerima makanan, kemudian sari patinya dikirimkan ke limpa, nah sari patinilah yang nantinya dikirim ke seluruh organ dalam bentuk darah atau nutrisi. Dari sini kita ketahui begitu besar dan pentingnya peran limpa.

Simak kelanjutan konsultasi kesehatan dari program Dialog Herbal bersama Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji yang meliputi pembahasan penyakit limpa dan solusi pengobatannya. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Sekarang Dialog Kesehatan Herbal – Sinse Abu Muhammad

Mari kita bagikan rekaman konsultasi kesehatan ini ke Facebook, Twitter, atau Google+ kamu, semoga bermanfaat bagi saudara Muslimin kita, juga bermanfaat sebagai amal shalih kita karena sudah men-share kebaikan ini. Aamiin.

Tulisan Dialog Herbal: Limpa, Penyakit Limpa, serta Solusi Pengobatannya – Bagian ke-1 (Sinse Abu Muhammad Faris Al-Qiyanji) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Melihat Aktivitas Pembuatan Senjata di Pabrik Manual Mujahidin Jabha Islamiyyah

Allahu AkbarKondisi sulit dan pasokan senjata dari luar suriah yang sangat minim bagi mujahidin sementara senjata yang dimiliki rezim diktator suriah sangat canggih karena didukung aliansi Syi’ah internasional dan Rusia. Hal ini tidaklah menghalangi mu…

Allahu Akbar

Kondisi sulit dan pasokan senjata dari luar suriah yang sangat minim bagi mujahidin sementara senjata yang dimiliki rezim diktator suriah sangat canggih karena didukung aliansi Syi’ah internasional dan Rusia. Hal ini tidaklah menghalangi mujahidin untuk menyiapkan segala persenjataan. Mereka para mujahidin dengan segenap kemampuannya berusaha untuk membuat senjata sendiri, dengan bahan seadanya. Hasilnya senjata buatan mujahidin cukup ampuh untuk melawan rezim diktator bassar.

8. Usaha Maju Malah Diganggu [Obrolan Ringan Bersama Tukang Becak]

Jadi, 2 faktor penting yang diwejangkan oleh PakBro kepada saya:Berusahalah, ikhtiarlah, action-lah, jangan cuma berangan-angan dan takut dengan masa depan.Jangan iri atau dengki jika ada orang lain sukses, tetapi hendaknya justru saling bersinerg…

Jadi, 2 faktor penting yang diwejangkan oleh PakBro kepada saya:
  1. Berusahalah, ikhtiarlah, action-lah, jangan cuma berangan-angan dan takut dengan masa depan.
  2. Jangan iri atau dengki jika ada orang lain sukses, tetapi hendaknya justru saling bersinergi (saling bantu dan kerjasama) supaya bisa sukses bersama dan tambah suksesnya.

Ibu, Maafkan Anakmu..

Untukmu, Duhai bunga yang tak pernah layu Untukmu yang telah mengusap air mataku Untukmu yang  telah membasuh kotoranku Yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tanganmu ke mulutku Untukmu yang menjadikan haribaan sebagai ketenangan bagiku Betapa letihnya engkau ibu… Ya Umma.. Wahai ibu… Pintu mana lagi yang bisa terbuka untukku  jika seandainya pintumu telah tertutup? […]

Untukmu, Duhai bunga yang tak pernah layu
Untukmu yang telah mengusap air mataku
Untukmu yang  telah membasuh kotoranku
Yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tanganmu ke mulutku
Untukmu yang menjadikan haribaan sebagai ketenangan bagiku
Betapa letihnya engkau ibu…

Ya Umma..
Wahai ibu…
Pintu mana lagi yang bisa terbuka untukku  jika seandainya pintumu telah tertutup?
Wahai ibu..
Siapa pula yang dapat mendekatkan dirinya kepadaku jika seandainya selain engkau
Wahai ibu..
Siapa pula yang akan menyayangiku jika seandainya engkau telah murka kepadaku?

Jika engkau kehilangan ibumu..
kehilangan ayahmu..
Bisakah engkau mendapatkan gantinya?
Kemanakah engkau mencari gantinya?

(Cuplikan Rodja TV)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu di berkata,

“Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Amal apakah yang paling utama?’ Nabi menjawab, ’Shalat pada waktunya’. Ia berkata,”Aku bertanya, ’kemudian apa?’, Beliau menjawab, ’Berbakti kepada kedua orang tua…’ (HR. Bukhari dan Muslim)

Sudahkah Kita Memuliakan Mereka?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , “Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,”Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?”, beliau menjawab, ”Ibumu!”, ia kembali bertanya,”Kemudian siapa lagi?, Nabi menjawab,”Ibumu!”, “Kemudian siapa lagi?,” Nabi menjawab,”Ibumu!”, orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi?” Nabi menjawab, ”Bapakmu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu,kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu, kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat.” (Hadits hasan, riwayat Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)

Ibu, dialah yang mengurus kita mulai dari kandungan dengan beban yang dirasakannya sangat berat dan susah payah..

Dialah yang melahirkan kita dengan mempertaruhkan jiwanya antar hidup dan mati.

Dialah yang menyusui  ketika kita telah lahir, kemudian yang membersihkan kotoran kita ketika kita buang air.

Semuanya dilakukan oleh ibu kita, bukan orang lain.

Ibu yang selalu menjaga ketika kita terjaga dan menangis, baik di waktu pagi, siang ataupun malam hari.

Apabila kita sakit, tidaklah yang pertama menangis kecuali ibu kita, sehingga kalaulah ditawarkan antara hidup atau mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup! Inilah jasa seorang ibu terhadap anaknya..

Carilah Surga dengan Berbakti kepada Mereka

???????? ????? ?????? ????????? ????? ???? ????? ??? ?????? ?? ???????

Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, hadits ini shahih)

Teladan  Akhlak  dari Para Salaf

Terdapat kisah dari Abu Burdah bahwasanya Ibnu Umar melihat seorang pria dari Yaman thawaf di ka’bah sambil menggendong ibunya di belakang punggungnya seraya berkata, “Sesungguhnya aku adalah onta ibuku yang tunduk. Jika ia takut untuk menungganginya aku tidak takut (untuk ditunggangi)”, lalu ia berkata, “Wahai Ibnu Umar, apakah menurutmu aku telah membalas jasa ibuku?”, Ibnu Umar berkata, “Tidak, bahkan engkau tidak bisa membalas jasa karena keluarnya satu tetes cairan tatkala melahirkan”, kemudian Ibnu Umar menuju maqam Ibrahim dan shalat dua rakaat lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa sesungguhnya setiap dua rakaat menebus dosa-dosa sebelumnya.”

Lihatlah pemuda dari yaman ini yang telah bersusah payah memikul ibunya untuk berbakti kepada ibunya tatkala thawaf demi membalas kebaikan ibunya namun seluruh keletihan itu tidaklah menyamai setetes air yang keluar tatkala ibunya melahirkan. Lihatlah saudariku.. betapa tinggi dan agungnya hak orangtua atas anaknya.

Dikisahkan bahwasanya Kihmis bin Al-Hasan At-Tamimi hendak membunuh kalajengking namun kalajengking tersebut masuk ke dalam lubangnya, maka beliaupun memasukan jari beliau ke dalam lubang tersebut dari belakang kalajengking, sehingga kalajengking itu menyengatnya. Ketika dia ditanya, mengapa ia melakukan hal itu?, Dia menjawab, “Aku khawatir kalajengking itu keluar dari lubangnya kemudian menyengat ibuku.”

Al-Ma’mun berkata, “Aku tidak melihat ada orang berbakti kepada ayahnya sebagaimana berbaktinya Al-Fadhl bin Yahya kepada ayahnya. Yahya (ayah Fadhl) adalah orang yang tidak bisa berwudhu kecuali dengan air hangat.

Pada suatu waktu Yahya dipenjara maka penjaga penjara melarangnya untuk memasukan kayu bakar di malam yang dingin, maka tatkala Yahya hendak tidur Al-Fadhl pun mengambil qumqum (yaitu tempat air dari tembaga yang atasnya sempit, semacam kendi kecil) lalu ia penuhi dengan air kemudian ia dekatkan dengan lampu sambil berdiri. Ia terus berdiri sambil memegang qumqum hingga subuh.” Kemudian para petugas penjara pun mengetahui apa yang diperbuat oleh Al-Fadhl maka merekapun melarang Al-Fadhl untuk mendekati lampu. pada malam berikutnya Al-Fadhl mengambil qumqum yang penuh dengan air kemudian ia membawanya tatkala ia hendak tidur, ia memasukannya diantara bantal-bantal hingga subuh sehingga airnyapun hangat.”

Dari Musa bin ‘Uqbah berkata, “Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib (cucu Ali bin Abi Thalib) tidak pernah makan bersama ibunya padahal ia adalah orang yang paling berbakti kepada ibunya. Ketika ditanya, apa alasan dia melakukan hal itu, jawabnya, “Aku takut jika aku makan bersama ibuku, lantas matanya memandang pada suatu makanan dan aku tidak tahu arah pandangannya tersebut, lalu aku memakan makanan yang dipandangnya itu maka aku telah durhaka kepadanya”

Subhaanallah.. Inilah beberapa kisah salaf yang sangat menjunjung tinggi bakti terhadap ayah dan ibu mereka.

Saudariku.. Selama ibu dan ayah kita masih diberi waktu untuk menemani kita, ayo  maksimalkan diri dalam memuliakannya! Segera hampiri mereka, bantu pekerjaan mereka, berucap dengan lemah lembut terhadapnya, patuhi perintahnya, jagalah hatinya dan jangan lupa selalu do’akan mereka.

“Wahai Rabb-ku, Ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, Sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu masih kecil”

***

Penulis: Fitri Ariyanti
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel Muslimah.Or.Id

Referensi:

  • Birrul Walidain Berbakti kepada Kedua Orang Tua, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At-Taqwa.
  • Moslemsunnah.wordpress.com,Birrul Walidain “Keteladanan Salaf & Durhaka Kepada OrangTua”, Oleh Ust Firanda Andirja.Lc, 4 Desember 2010)

Zakat Perdagangan, Barang Temuan / Rikaz, dan Barang Tambang – Kitab Safinatun Najah (Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.)

Download ceramah agama Islam yang membahas sekaligus Zakat Perdagangan, Zakat Barang Temuan (Rikaz), dan Zakat Barang Tambang, dari kitab Safinatun Najah oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Rekaman dari siaran live Sabtu sore, 5 April 2014.

Tulisan Zakat Perdagangan, Barang Temuan / Rikaz, dan Barang Tambang – Kitab Safinatun Najah (Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Sebuah rekaman pengajian Islam tentang pembahasan “Zakat Perdagangan, Barang Temuan (Rikaz), dan Barang Tambang (Ma’dan)” yang diangkat sekaligus menyelesaikan Kitab Zakat dari kitab Safinatun Najah bersama Ustadz Muhammad Arifin Badri. Kajian ini adalah yang live di Radio Rodja dan RodjaTV pada Sabtu sore, 5 Jumadats Tsani 1435 / 5 April 2014.


Program Kajian Kitab Safinatun Najah – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. di Radio Rodja

Simak program ini hanya di Radio Rodja setiap:

Sabtu sore, 16:30-18:00 WIB

Status program Kajian Kitab Safinatun Najah: AKTIF

Ringkasan Pengajian Islam Kitab Safinatun Najah: Kitab Zakat (???? ??????)

Zakat Perdagangan (???? ????? ???????)

Pada kesempatan ini, kita sampai pada pembahasan zakat perdagangan (???? ????? ???????). Pada pembahasan ini, Syaikh Salim bin ‘Abdullah bin Sa’ad bin ‘Abdullah bin Sumair Al-Hadhrami mengatakan:

??????? ???? ???? ???? ?????? ??? ?????: ????? ???????? ????????? ?????? ??????? ? ??????? ??? ??? ???? ???? ??????? ??????? ???????.

Harta kelima yang wajib dizakati adalah harta perdagangan. Barang yang diperdagangkan, baik barang perdagangan tersebut berbentuk emas-perak ataupun benda-benda lainnya, seperti hewan ternak, pakaian, bahan makanan, atau barang dagangan lainnya, selama barang tersebut diperdagangkan / dijualbelikan, sehingga dia terus berputar, dibeli kemudian dijual, dst. Semua itu tercakup pada kategori ‘urudhut tijarah (???? ???????), yaitu obyek perdagangan / harta perdagangan.

Para fuqaha rahimahullah telah bersilang pendapat tentang hukum zakat perdagangan, namun pendapat yang diajarkan dan dianut dalam Madzhab Syafi’i menyatakan, bahwa harta perdagangan adalah bagian dari harta yang wajib dizakati berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Misal, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

???????????? ?????????? ???????? ?????????? … (??????: ??)

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, …” (QS Al-Baqarah [2]: 43)

Kemudian, keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits sahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas yang menceritakan perihal sahabat Abu Musa Al-’Asyari dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu Ta’ala ‘anhum. Padanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

… ??? ?? ?????? ???? ??????? ?? ???? ?? ????? ????? ???? ???? ?? ???????? ???? ??? ??????? …

“… Kalau mereka telah mengikuti perintahmu untuk menegakkan shalat lima waktu, maka ajarkan kepada mereka, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan atas mereka sedekah yang dipungut dari kalangan orang-orang kaya, dan dibagikan kembali (didistribusikan ulang) kepada kaum fakir-miskin dari masyarakat mereka.”

Keumuman dalil-dalil ini, selanjutnya menjadi dasar bagi mayoritas ulama, termasuk Ulama Syafi’iyyah, untuk menyatakan, bahwa harta perdagangan wajib dizakati.

Zakat Rikaz / Barang Temuan (???? ??????)

[32:40]
Syaikh Salim bin ‘Abdullah bin Sa’ad bin ‘Abdullah bin Sumair Al-Hadhrami Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan, bahwa harta keenam / harta terakhir yang wajib untuk dizakati ialah ar-rikaz (??????). Yang dimaksud dengan rikaz adalah barang temuan dari warisan atau peninggalan orang-orang kafir, seperti kerajaan-kerajaan kuno, kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, kerajaan-kerajaan orang Majusi, atau lainnya, bila ditemukan harta mereka (misalnya: peti emas / lainnya, berupa perak, perunggu, atau perhiasan lainnya, yang memiliki nilai jual / dianggap sebagai harta yang bernilai oleh masyarakat) selama itu adalah barang-barang peninggalan orang-orang jahiliyah, kuffar, kerajaan-kerajaan non-Muslim, atau masyarakat non-Muslim, maka barang temuan tersebut wajib dikeluarkan zakatnya sebesar seperlima (1/5).

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari. Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

… ??? ?????? ?????

“… Dan pada barang temuan (dari peninggalan masa-masa jahiliyah / orang-orang kuffar) wajib dikeluarkan seperlimanya.” (HR Bukhari)

Zakat Barang Tambang (???? ??????)

[42:48]

??? ???????? ????????? ???????? ?????????? ??? ?????????? ??? ?????????? ???????? ??????????? ????? ????? ???????? … (??????: ???)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. …” (QS Al-Baqarah: 267)

Mayoritas ulama memasukkan hasil tambang, terutama tambang emas dan tambang perak, sebagaimana difatwakan oleh jumhur fuqaha, di antaranya fuqoha yang bermadzhab Maliki, Syafi’i, juga sebagian ulama Hambali, kemudian pendapat ini termasuk pendapat yang dikuatkan oleh Al-Ibnu Ibnu Hazm, Al-Imam Ash-Shan’ani, dan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahumullahu Ta’ala, bahwa zakat tambang emas dan tambang perak wajib untuk dizakati dan zakatnya dikeluarkan setiap kali Anda menemukan / mengeluarkannya. Sehingga tiap kali Anda mengeluarkan sejumlah emas dari perut bumi, maka Anda berkewajiban untuk mengeluarkan zakatnya.

Para jumhur fuqoha mengkhususkan kewajiban zakat itu hanya pada tambang emas dan tambang perak. Dan selanjutnya, jumhur fuqoha / mayoritas ahli fikih, misalnya pada madzhab Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali, memfatwakan, bahwa tambang itu wajib dizakati seperti halnya hasil pertanian, yaitu setiap kali dikeluarkan tanpa ada syarat satu haul (berlalu satu tahun).

Mari kita simak bahasan fiqih ini, yang digali dari kitab Safinatun Najah bersama Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.

Dengarkan dan Download Rekaman Pengajian Islam, Kajian Kitab Safinatun Najah: Bab Zakat Perdagangan, Barang Temuan / Rikaz, dan Barang Tambang

Jazakumullahu khoiron.

Tulisan Zakat Perdagangan, Barang Temuan / Rikaz, dan Barang Tambang – Kitab Safinatun Najah (Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang – Bagian ke-2 – dan Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur – Bab 248-249 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr)

Download kajian kitab Riyadhush Shalihin, Bab 248-249, tentang Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang (Bagian ke-2) dan Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur, oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr, yang tayang live pada 30 Maret 2014.

Tulisan Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang – Bagian ke-2 – dan Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur – Bab 248-249 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.

Ceramah agama tentang kajian kitab Riyadhush Shalihin oleh: Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Kajian Syarah Riyadhush Shalihin yang dapat Anda download kali ini adalah rekaman dari siaran live pada Ahad sore, 28 Jumadal Ula 1435 / 30 Maret 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian sebelumnya, telah disampaikan mengenai pembahasan Bab 247 (Bagian ke-2) hingga Bab 248 (Bagian ke-1), dan pada pembahasan kali ini Syaikh ‘Abdurrazzaq Al-Badr membawakan dua bab sekaligus, yaitu Bab 248 tentang Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang (Bagian ke-2) dan Bab 249 tentang Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur.


Program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:

Ahad sore dan Senin sore, pukul 17:00-17:55 WIB

Status program Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin: AKTIF

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Riyadhush Shalihin Ini: Kitab Dzikir (???? ???????)

Bab ke-248: Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang ( ??? ????? ?????? ?????? ???????) – Bagian ke-2

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dahulu ketika memasuki waktu sore Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca:

??????????? ????????? ????????? ???????? ??? ??????? ?????? ????? ???????? ??? ???????? ????? ???? ????????? ?????? ????????? ?????? ????? ????? ?????? ????????. ????? ?????????? ?????? ??? ??? ?????? ???????????? ???????? ??? ?????????? ?????????? ???? ???? ????? ??? ??? ?????? ??????????? ??????? ??? ?????????? ????? ???????? ???? ???? ????????? ???????? ?????????? ????? ???????? ???? ???? ??????? ??? ???????? ????????? ??? ?????????

“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepadaMu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di neraka dan kubur.”
Dan jika masuk waktu pagi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a ini juga (namun di awal do’a diubah menjadi):

??????????? ?????????? ????????? ???????? ??????????? ???????…. ???? ????

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah.” (HR Muslim)

Bab ke-248: Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur (??? ??? ????? ?????? ?????)

[17:22]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

????? ??? ?????? ????????????? ?????????? ???????????? ????????? ???????????? ??????? ?????????? ??????????? ????????? ??????????? ?????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ???????????????? ??? ?????? ????????????? ??????????

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS Ali ‘Imran [3]: 190-191)

Dari Hudzifah dan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua mengatakan bahwa dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika akan tidur, beliau membaca:

????????? ?????????? ??????? ???????

“Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (HR Al-Bukhari)

Alhamdulillah, mari kita simak bahasan oleh Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-’Abbad Al-Badr hafidzahullah dalam dua kitab pembahasan di dalam kitab Riyadhush Shalihin ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Syarah Riyadhush Shalihin – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Bab 248-249 – Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang (Bagian ke-2) dan Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur

Mari kita bagi-bagikan ceramah agama, baik membagikan hasil download ceramahnya maupun bagikan tautan ini kepada saudara-saudara kita di Facebook, Twitter, dan Google+ melalui menu media sosial di bawah. Jazakumullahu khoiron.

Tulisan Bab Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang – Bagian ke-2 – dan Bab Bacaan-bacaan ketika Hendak Tidur – Bab 248-249 – Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. DR ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr) ditampilkan di Radio Rodja 756 AM.